Senin, 01 Mei 2017

Cara Membuat Tabulampot

Cara mudah membuat tabulampot

Metode budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot) dibuat untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan. Tanaman buah biasanya berpostur tinggi dengan perakaran dalam. Tanaman ini membutuhkan ruang tumbuh yang cukup luas. Hal ini tentunya menyulitkan bagi penduduk perkotaan dengan lahan yang sangat terbatas.
Sejak tahun 1970-an, berkembang metode menanam buah dalam lingkungan terbatas atau tabulampot. Metode ini terus berkembang, baik dari sisi teknologi maupun jumlah jenis tanaman buah yang bisa dijadikan tabulampot.
Saat ini, banyak bermunculan nursery-nursery penyedia bibit tabulampot. Dalam berbagai pameran pertanian, tabulampot selalu jadi incaran favorit. Pehobi tertarik pada tabulampot untuk alasan fungsional maupun estetika.

Jenis-jenis tabulampot

Hampir semua jenis tanaman buah bisa tumbuh dalam bentuk tabulampot. Tapi tidak semua tabulampot bisa menghasilkan buah. Karena meskioun bisa tumbuh subur, jenis-jenis tanaman tertentu belum bisa berbuah dalam lingkungan tabulampot.
Terdapat beberapa jenis tanaman buah yang lazim dijadikan tabulampot. Tingkat keberhasilan berbuahnya dikategorikan mudah, sulit dan belum berhasil. Beberapa tanaman dengan kategori mudah berbuah diantaranya jeruk, belimbing, sawo, mangga, jambu biji dan jambu air. Tanaman yang sulit berbuah antara lain rambutan, lengkeng, manggis, duku dan jambu bol.  Sedangkan tanaman alpukat dan durian masih belum berhasil berbuah optimal dalam lingkungan tabulampot.
tabulampot

Menyiapkan bibit tabulampot

Bibit tanaman merupakan hal yang sangat menentukan tingkat keberhasilan tabulampot. Terdapat dua jenis bibit tanaman, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).
Untuk budidaya tabulampot sebaiknya gunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah. Kekurangan bibit jenis ini akarnya kurang kuat sehingga tanaman mudah roboh atau mengalami kekeringan.
Tingkat keberhasilan tabulampot sangat ditentukan oleh bibit tanaman. Oleh karena itu pilihlah bibit yang kita tahu persis sifat-sifatnya. Bebas dari hama dan penyakit tanaman. Untuk memastikannya biasanya bibit tersebut telah memiliki sertifikat dari komunitas atau lembaga terpercaya.

Menyiapkan media tanam
Media tanam tabulampot bermacam-macam. Media tanam berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar dan untuk menopang postur tanaman. Media tanam tabulampot harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Media tanam yang sering digunakan para pehobi antara lain campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Bisa juga campuran tanah, pupuk kambing dan sekam padi dengan komposisi 1:1:1. Untuk menekan biaya, gunakan bahan baku yang banyak ditemui di lingkungan sekitar.
Tanah dan material organik di daerah tropis biasanya memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Bila bahan-bahan media tanam tersebut terlalu asam campurkan kapur pertanian atau dolomit ke dalamnya.
Setelah menyiapkan media tanam, selanjutnya siapkan pot sebagai wadah. Jenis pot bisa terbuat dari tanah liat, logam (drum), plastik, semen atau kayu. Pot dari berbahan tanah liat dan kayu sangat baik untuk tabulampot karena memiliki pori-pori sehingga kelembaban dan temperatur media tanam lebih stabil. Namun kelemahannya bahan-bahan tersebut tidak tahan lama.
Wadah tabulampot yang baik harus memiliki kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini penting untuk aliran drainase dan memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus tanah.

Penanaman bibit tanaman

Berikut ini langkah-langkah untuk menanam bibit tanaman ke dalam wadah tabulampot:
  • Siapkan bahan-bahan media tanam, kemudian ayak dan buang kerikil-kerikil yang ada didalamnya. Campurkan bahan-bahan itu hingga merata.
  • Siapkan pot dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran tanaman. Sebaiknya dimulai dari ukuran pot yang kecil. Sehingga apabila tanaman semakin besar pot bisa diganti, sekaligus sebagai penanda untuk meremajakan media tanam.
  • Letakkan pecahan genteng pada dasar pot, satu lapis saja. Kemudian letakkan juga satu lapis ijuk atau sabut kelapa.
  • Kemudian isi dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga setengah tinggi pot.
  • Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman. Kemudian buka polybag bibit tanaman, letakkan tepat ditengah-tengah pot. Timbun dengan media tanam hingga pangkal batang.
  • Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang. Siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.
  • Simpan tabulampot di tempat yang agak teduh untuk beradaptasi. Siram setiap pagi atau sore hari. Setelah satu minggu, letakkan tabulampot di tempat terbuka.

Perawatan tabulampot

a. Penyiraman

Tabulampot yang telah jadi harus di letakkan di tempat terbuka dan terkena cahaya matahari sepenuhnya. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, bisa pagi atau sore hari. Pada musim hujan penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlihat kering. Penyiraman menggunakan selang air atau gembor.
Bila jumlah tabulampot banyak, penyiraman bisa diprogram dengan membangun sistem irigasi. Sistem irigasi yang paling cocok adalah irigasi tetes. Irigasi ini irit tenaga kerja, hemat air dan mudah dikontrol. Namun memerlukan investasi yang cukup besar. Silahkan baca tentang  irigasi tetes di sini.

b. Pemangkasan

Setidaknya terdapat tiga tujuan pemangkasan tabulampot yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan bentuk dilakukan untuk membentuk tajuk baru dan mengatur postur tanaman agar sinar matahari bisa menembus semua bagian tanaman. Selain dua fungsi itu, pemangkasan bentuk juga terkait dengan estetika.
Salah satu teori umum dalam memangkas bentuk tabulampot adalah 1-3-9. Artinya, dalam setiap 1 batang primer terdapat maksimum 3 batang sekunder dan dalam 1 batang sekunder maksimum terdapat 3 batang tersier. Batang yang dipilih untuk dibiarkan tumbuh adalah yang sehat dan kuat, sekaligus juga memiliki unsur estetika pada tanaman.
Pemangkasan produksi berkaitan dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas air untuk merangsang pembungaan. Selain itu, pemangkasan dilakukan terhadap batang yang terlihat berpenyakit.
Terakhir pemangkasan peremajaan, dilakukan terhadap tanaman yang telah tua. Pada tabulampot yang sudah tua biasanya dilakukan penggantian media tanam dan pot (repotting). Pada fase ini, beberapa cabang perlu dipangkas. Bahkan pada kasus-kasus tertentu hanya menyisakan batang primer saja.

c. Pemupukan

Media tabulampot memiliki cadangan nutrisi yang terbatas. Oleh karena itu pemupukan menjadi hal yang sangat vital. Pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam. Selanjutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali.
Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik. Jenisnya bisa kompos, pupuk kandang atau pupuk organik cair. Meskipun kandungan haranya tidak seakurat pupuk kimia, pupuk organik memiliki unsur hara yang lebih lengkap. Selain itu penambahan bahan-bahan organik akan merangsang aktivitas biologi dalam media tanam.
Pupuk kimia diperlukan pada saat-saat tertentu saja. Misalnya pada saat pembungaan dan pembuahan dimana tanaman memerlukan unsur-unsur hara makro seperti P dan K dalam jumlah banyak. Dan beberapa unsur mikro seperti Ca, Mn, Fe, dll. Dalam pupuk kimia unsur-unsur tersebut bisa dipastikan takarannya.

d. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit pada tabulampot sebaiknya dilakukan sejak dini, yakni sejak memilih bibit. Bibit unggul biasanya memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu. Belilah bibit dari sumber yang terpercaya dan memiliki sertifikat bibit.
Pencegahan serangan hama dan penyakit juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan media tanam dan kebun. Gulma dan semak belukar disekitar kebun bisa menjadi sumber hama dan penyakit.
Bila tabulampot sudah kadung terserang hama atau penyakit, langkah pertama bisa diberantas secara manual. Misalnya dengan memungut ulat yang menyerang atau memangkas dahan yang terkena penyakit.
Pada saat tabulampot berbuah, lindungi buah dengan plastik atau jaring pelindung. Atau juga bisa dengan memasang perangkap hama, seperti penggunaan hormon feromon untuk memerangkap lalat buah.
Penyemprotan tabulampot dengan pestisida menjadi dilema. Biasanya tabulampot ditanam di pekarangan yang dekat dengan pemukiman. Pestisida kimia tentunya akan sangat berbahaya dan mencemari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, gunakan selalu pestisida organik. Silahkan baca tentang pestisida organik.
Apabila sangat terpaksa, penyemprotan dengan pestisida kimia bisa dilakukan. Lakukan dengan hati-hati, baca aturan dan dosis pakainya secara seksama. Penyemprotan hendaknya dilakukan secara terbatas.

e. Pergantian media dan pot

Tabulampot yang telah mencapai ukuran tertentu perlu dipindahkan. Ruang tabulampot harus cukup untuk menopang ruang gerak tanaman. Pemindahan dilakukan sekaligus dengan pergantian media tanam.
Pergantian media tanam dalam tabulampot tidak hanya berfungsi memindahkan tanaman pada pot yang lebih besar saja. Perlu juga dilakukan pemangkasan peremajaan. Misalnya, pemangkasan akar tanaman. Akar tanaman yang terus tumbuh akan membuat media tanam menjadi padat.
Akar yang panjangnya lebih dari 25 cm harus dipangkas. Kepadatan akar juga harus dikurangi. Bersamaan dengan pemangkasan akar, daun dan batang juga dipangkas untuk mengurangi penguapan

Cara Stek Mawar

Cara Paling Mudah Stek Bunga MawarMemiliki rumah yang indah tentunya adalah dambaan bagi setiap orang, karenanya banyak orang yang berusaha mempercantik rumah mereka dengan berbagai cara. Bagi anda yang menyukai bercocok tanam, menghiasi rumah anda dengan bunga adalah pilihan yang paling baik.
Jenis bunga yang banyak digemari adalah bunga mawar. Bunga dengan duri dibatangnya ini mampu menjadi primadona bunga karena warna warni yang cantik dan juga baunya yang khas.
Bahkan tak jarang sebagian orang beranggapan bahwa mawar adalah bunga spesial yang merupakan simbol kasih sayang. Bunga ini sangat mudah dikembangbiakan, yaitu dengan stek bunga mawar.
 
Menanam bunga mawar sejatinya ada dua cara, yaitu dengan menanam biji atau melalui stek batang. Menanam bunga mawar dengan biji cenderung lebih praktis, hanya saja biji mawar hanya dapat diperoleh dari bunga mawar yang matang.
Karena waktu pertumbuhan biji mawar yang lama, pecinta bunga mawar lebih sering melakukan stek bunga mawar untuk pembibtan.
Stek bunga mawar harus dilakukan dengan hati-hati dan membutuhkan teknik khusus. Jika tidak, kuncup daun bunga mawar tak akan pernah tumbuh dan batang yang distek akan mengering. Berikut teknik stek bunga mawar yang benar:
  1. Pilihlah batang Mawar terbaik
Batang yang dapat digunakan sebagai bibit stek bunga mawar adalah batang yang sudah tua. Pilihlah batang yang dekat dengan akar atau minimal durinya sudah lebih besar daripada duri pada bagian batang lain. Potonglah bagian yang anda pilih sekitar 7 sampai 10 cm menggunakan pisau yang tajam.
  1. Media tanam Bunga Mawar
Media yang digunakan untuk pembibitan juga harus diperhatikan. Gunakan tanah hitam yang gembur atau bisa juga menggunakan sekam (kulit padi) yang dijampur dengan tanah dan pasir.
Jangan beri pupuk apapun selama masa pembibitan, karena pupuk akan menghambat pengakaran. Letakkan media tanam dalam polybag agar lebih mudah dipindahkan nantinya. Jangan lupa memberi beberapa lubang pada polybag untuk mencegah pembusukan akar.
  1. Teknik stek bunga mawar
Tancapkan bibit batang yang dipilih dengan kedalaman setengah dari tinggi media tanam. Sirami tanaman bibit ini dengan rutin setiap pagi dan sore.
  1. Penempatan bibit Mawar
Sebaiknya letakkan polybag yang berisi bibit mawar di tempat yang sejuk dan tak terkena sinar matahari secara langsung. Menaruh bibit di tempat yang gelap justru akan mempercepat pertumbuhan akar.
Setelah muncul 3 atau 4 daun, itu tandanya bibit mawar anda telah siap untuk dipindahkan. Untuk memindahkan, cukup robek polybag dan jangan merusak tekstur tanah yang sudah ada.
Pindahkan bibit ke tempat yang anda suka, bisa di pot atau ditanam langsung ditanah. Disarankan untuk menanam di pot, karena dengan begitu mawar akan lebih mudah dipindahkan saat cuaca terlalu terik. Setelah dipindahkan anda boleh memberi tanaman mawar anda pupuk kompos agar mawar lebih cepat berbunga.

Kultur Jaringan Anggrek

Dengan Penaburan Biji
Biji yang digunakan dalam metode ini dapat berasal dari buah tua yang belum pecah, buah tua yang sudah pecah atau dari buah yang masih muda. Hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman biji dari berbagai kondisi buah adalah teknik sterilisasi yang berbeda.

Apabila Biji dari buah tua yang belum pecah, maka sterilisasinya dengan cara mekanik yaitu dengan cara membakar buah anggrek diatas api spirtus/api Bunsen.

Bila biji dari buah sudah pecah maka sterilisasinya dengan cara kimiawi menggunakkan bahan-bahan kimia seperti klorox. Setelah disterilisasi dan disayat secara aseptic ternyata biji buah yang masih muda (biji tampak lengket) maka dilakukan pemotongan daging buah, daging buah yang mengandung biji ini yang ditanam di media.

Teknik Penaburan Biji
Biji dari buah tua yang belum pecah
Penaburan biji dari buah tua yang belum pecah dilakukan melalui tahap-tahap kegiatan berikut ini :
  • Buah dicuci dahulu dengan sabun/detergen hingga bersih kemudian dibilas dengan air mengalir berulang kali .
  • Buah yang sudah dicuci dibawa ke ruang penaburan atau ke depan enkas, didekat enkas tersebut, ada lampu spirtus/api bunsen, alcohol 70% dalam box stainless steel atau botol selai, botol selai berisi air steril, pinset dan alat alat lain telah dipersiapkan pula.
  • Kemudian buah dijepit dengan pinset dan dicelupkan ke dalam alcohol 70% atau spirtus, buah dibakar dengan api spirtus, dicelupkan ke dalam air steril, dimasukkan ke dalam alkohol 70% diulangi 3 kali
  • Setelah pembakaran yang ketiga selesai dan api yang membakar buah sudah benar benar padam, maka buah langsung dimasukkan ke dalam enkas dan diletakkan diatas cawan petridish
  • Buah dibelah memanjang dengan scalpel steril yang tajam, sehingga akan terlihat biji anggrek berwarna putih dalam jumlah yang sangat banyak, biji berukuran sangat kecil menyerupai serbuk
  • Biji diambil dengan sendok atau pinset panjang yang dirancang khusus untuk penaburan anggrek, sehingga bijibiji anggrek berada diantara dua lidah pinset, biji tersebut dimasukkan ke dalam botol media baru yang berisi media padat,
  • Biji ditaburkan dalam media padat dengan cara mengetuk ngetuk bagian atas pinset dengan jari telunjuk sehingga biji berjatuhan diatas media, supaya biji dapat jatuh secara meraata diatas permukaan media (tidak menggumpal gumpal), maka pada saat pinset diketuk, pinset digerakkan mengitari botol, Gambar 2
  • Bila penaburan telah selesai, botol segera ditutup dengan penutup botol. Penutup botol biasanya dari karet.
  • Botol yang berisi biji anggrek disimpan dalam ruangan inkubator pada suhu 23C . Kurang lebih satu bulan plb tumbuh.

Biji dari buah tua yang sudah pecah
Sterilisasi biji buah yang bijinya berhamburan tidak bisa dilakukan dengan cara mekanik (pembakaran), tetapi harus dilakukan dengan cara kimiawi yaitu:

  • Buah yang sudah pecah dibungkus dengan tisu, diikat karet
  • Buah kemudian dimasukkan kedalam larutan Clorox 20% 7 menit, dibilas dengan air steril, kemudian dimasukkan kedalam larutan Clorox 10% selama 5 menit, kemudian dibilas dengan air steril 3 kali.
  • Buah anggrek kemudian dimasukkan kedalam petridish, bersihkan dari karet dan tissue, buah siap ditanam kedalam media tanam.

Biji dari buah yang masih muda
Apabila buah setelah disterilisasi dan disayat secara aseptis ternyata buah masih muda (biji tampak lengket), maka penaburan dilakukan dengan cara berikut:

  • Buah anggrek diatas cawan petridis disayat menjadi dua bagian, tampak terlihat biji yang masih lengket pada daging buah, daging buah dipotong-potong, dengan pemotongan secara memanjang dulu, baru kemudian dipotong-potong secara vertikal.
  • Sayatan daging buah ditaburkan diatas media tanam, dengan menggunakan pinset.

Budidaya Tanaman Secara Vertikultur

Sesuai dengan asal katanya dari bahasa Inggris, yaitu vertical dan culture, maka vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dila...